Rengez Jagal

.

Bollywood

Posted by Jagal21 On Sabtu, 13 Oktober 2012 0 komentar

Mengenal Negara Dengan Julukan Anak Benua (India)

Secara geologis, negara India dan sebagian besar negara di wilayah Asia Selatan lainnya mempunyai lempeng tektonik sendiri, yaitu Lempeng India, yang terpisah dari bagian Eurasia lain dan dulunya merupakan benua kecil sebelum bertumbukan dengan Lempeng Eurasia. Bahkan hingga kini Lempeng India masih terus bergerak ke arah utara sehingga mengakibatkan pegunungan Himalaya semakin tinggi beberapa sentimeter setiap dasawarsa. Maka negara India di anggap sebagai anak 
 benua.


Negara India terletak di Asia Selatan. Bila melihat peta, dari sisi sebelah barat, India berbatasan dengan negara Pakistan. Di arah selatan berbatasan dengan Srilangka, Laut Arab, dan Samudera Indonesia. Sedangkan bagian timurnya berbatasan dengan negara Bangladesh.
Luas wilayah India 3.287.590 Km2 dan tercatat sebagai negara terluas ke tujuh Di dunia. Jumlah penduduknya pun terbanyak nomor 2 di dunia, yaitu berjumlah 1.080.264.388 jiwa. Mayoritas penduduknya beragama Hindu dan sisanya bercampur dengan ragam agama lain, seperti Islam, Kristen Protestan, Silk, Budha dan lainnya.
Suku Bangsa di India terdiri atas Indo Raya, Dravida dan Mongol. bahasa resmi di India adalah Bahasa Hindi dan Inggris. India memakai Bahasa Inggris karena dulu merupakan daerah jajahan Inggris.
Pada saat Inggris berkuasa di India, muncul beberapa pahlawan India yang memperjuangkan kebebasan negara mereka, salah satunya adalah Gandhi yang melakukan perjuangan tidak dengan jalan kekerasan, tapi melakukan protes dan Diplomasi. India akhirnya mendapatkan kebebasannya pada tanggal 15 Agustus tahun 1947.
Bentuk pemerintahan India adalah Republik Federal. Negara dipimpin Presiden, tapi pemerintahan digerakkan oleh Perdana Mentri. India dibagi menjadi 28 negara bagian, Enam Wilayah Persatuan (Union Territory) dan Wilayah Ibu Kota Nasional (National Capital Territory), yaitu New Delhi. Kondisi New Delhi serupa dengan Jakarta. Banyak sekali pendatang dari berbagai daerah di India mengadu nasib ke ibu kota mereka. New Delhi merupakan pusat dari berbagai kegiatan.

Keadaan Geografis Negara India

Negara ini terletak di sebagian besar anak benua India, tepat di atas lempek tektonik India, yang termasuk ke lempeng Indo-Australia. secara astronomis, India terletak pada 6° 44’ sampai 35° 30’ lintang utara dan 68° 7’ sampai 97° 25’ bujur timur. India memiliki garis pantai yang melintang sepanjang 7.517 km. 43% tanah pesisir India adalah pasir pantai, 11% batuan daratan (termasuk tebing-tebing), dan 46% rawa-rawa tepi laut.
Iklim di negara ini sangat dipengaruhi oleh keberadaan pegunungan Himalaya dan gurun pasir Thar. Kedua faktor ini membawa angin musim dingin dan angin musim panas ke wilayah India. Pegunungan Himalaya menjaga bertiupnya angin dingin katabatic dari Asia Tengah, menyebabkan sebagian besar wilayah India lebih hangat dari area-area lain sekitarnya.
Gurun Thar memiliki peran penting dalam menarik angin musim hujan selama bulan Juni dan Oktober, sehingga India memiliki curah hujan yang cukup setiap tahunnya. Ada 4 pengelompokan iklim di negara ini, yaitu iklim tropis basah, tropis kering, subtropis lembab, dan iklim pegunungan.
India adalah salah satu negara yang memiliki flora dan fauna yang beraneka ragam. Di negara ini, terdapat 8,6% jenis mamalia dunia, 13,7% unggas, 7,9% reptile, 6% amfibi, 12,2% ikan-ikanan, dan 6% tumbuhan dan bunga-bungaan. Bentangan negara India yang luas menyebabkan perbedaan jenis hutan di wilayah negara ini, di wilayah barat dipenuhi hutan hujan tropis dan di daerah dekat Himalaya dipenuhi hutan tumbuhan berdaun jarum.

Demografi Negara India

Pada survey tahun 2011 lalu, terdata sejumlah 1.210.193.422 jiwa mendiami India. India adalah negara terpadat kedua di dunia. Dalam 10 tahun ke belakang (2001 - 2011), tingkat pertumbuhannya meningkat sampai 1,76%. Jumlah tersebut menurun dibandingkan 10 tahun lebih lama ke belakang (tahun 1991 - 2001) yang berkisar 2,13%. Perbandingan antara jumlah lelaki dan perempuan di India adalah 940 perempuan per 1.000 lelaki. Kebanyakan warga India berusia pertengahan 20-an.
Dalam 50 tahun, India mengalami berbagai kemajuan, baik di bidang kesehatan maupun produktivitas pertanian. Kemajuan ini memicu meningkatnya angka kelahiran di negara ini. Dengan semakin banyaknya penduduk, India sibuk membenahi sistem sosial dan kesehatan publiknya. Hal ini dipicu oleh data WHO yang menyebutkan bahwa hampir 900.000 warga India tewas setiap tahun karena meminum air yang terkontaminasi atau menghirup udara yang terkena polusi. India memiliki 50 tenaga medis untuk setiap 100.000 orang warganya.
Berdasarkan bahasa yang dituturkan, ada 2 jenis suku di India secara garis besar, yakni Arya dan Dravida. Bahasa Aryan dituturkan oleh sekitar 74% populasi India sedangkan bahasa Dravidian dituturkan hanya oleh 24% populasi. Sisanya, ada beragam jenis bahasa di India yang berasal dari wilayah Austro-Asiatik dan Tibeto-Burma. Keberagaman berbahasa menyebabkan India tak memiliki bahasa nasional. Adapun bahasa yang paling banyak digunakan adalah Hindi, karena itu bahasa Hindi menjadi bahasa resmi pemerintahan India.
Adapun bahasa Inggris hanya dituturkan di kota-kota besar. Di India, bahasa Inggris dianggap sebagai bahasa resmi tambahan yang dituturkan di bidang bisnis, administrasi, dan pendidikan tinggi. Setiap wilayah di India memiliki bahasa resmi masing-masing. 80,5% masyarakat India menganut agama Hindu. Selain itu, ada juga penganut agama lain, seperti Islam (13,4%), Kristen (2,3%), Sikh (1,9%), Buddha (0,8%), Jainisme (0,4%), Yahudi, Zoroas, dan sebagainya.
Pola perkawinan di negara India menganut sistem Patrilineal. Artinya, pihak perempuan yang memberikan mas kawin/mahar. Oleh karena itu, seringkali orang tua dari pihak perempuan kesulitan bila akan menikahi anak gadis mereka karena pihak laki-laki meminta mahar dengan jumlah yang besar.
Oleh sebab itu banyak sekali wanita di India yang sampai umurnya belum bisa menikah disebabkan adat tersebut. Para wanita ini teramat senang bila pihak keluarga pria menghapuskan mahar sehingga mereka bisa menikah.

Sistem Kasta di Negara India

Orang India yang beragama hindu menganut sistem kasta, yaitu sistem tingkatan yang dibawa dari lahir.  Ada empat kasta yang ada di India, yaitu kastaBrahma, Satria, Waisa dan Sudra. Hanya kasta Satria dan Brahma yang bisa saling bertukar tempat. Kedua kasta ini memiliki kedudukan tertinggi di tingkat masyarakat.
Sedang kasta paling rendah adalah Sudra. Orang yang berada pada kasta Sudra hidupnya tidak akan pernah membaik bahkan sampai mereka meninggal, begitu pun anak keturunannya. Karena itu, banyak sekali kemiskinan di India diakibatkan oleh sistem kasta. Kebanyakan wanita dari kaum sudra melacurkan diri mereka untuk bisa hidup.

Pertumbuhan Ekonomi Negara India

Berdasarkan data IMF, pertumbuhan ekonomi India meningkat secara signifikan beberapa tahun terakhir. Kini, India adalah negara dengan PDB terbesar ke-11 di dunia. Peningkatan pertumbuhan ekonomi pada dekade ini disinyalir terjadi sebesar 5,8%. Kini, India menganut sistem pasar bebas dengan menekankan perdagangan luar negeri dan investasi dari luar negeri.
Ada beberapa sektor peningkat pertumbuhan ekonomi negara ini. dengan 487,6 juta tenaga kerja, berbagai sektor di India berperan penting menumbuhkan kekuatan ekonomi negara ini. Sektor-sektor tersebut adalah sektor jasa sebesar 55,6%, sektor industri 26,3%, dan sektor pertanian sebesar 18,1%. Hasil pertanian dan perkebunan India di antaranya adalah beras, gamdum, kapas, teh, tebu, kentang, minyak nabati, dan goni.

Perfilman Negara India

Perfilman India tergolong maju. perfilman mereka memiliki ciri khas yang sudah mendunia, yaitu tarian dan nyanyian. Belakangan film-film mereka semakin bagus dengan kualitas setara Hollywood, maka itu mereka memiliki ungkapan sendiri, yaitu Bollywood. Fim India juga sudah merambah sampai tingkat dunia. mereka juga menjajal kemampuan di Hollywood. Sebut saja film The Guru, Slumdog Millionaire, dan Band It Like Beckham.
Lagu kebangsaan negara India adalah “Jana Gana Mana” dan semboyan negaranya adalah Satyamaçva jayatç. Kata-kata itu berasal dari bahasa sangsekerta yang berarti “Hanya Kebenaran yang Berjaya”






Semoga artikel Bollywood bermanfaat bagi Anda.

Jika artikel ini bermanfaat,bagikan kepada rekan melalui:

Posting Komentar